me :D

pemalu periag pemanja penyayang

Friday, March 23, 2012

Lipida Senyawa yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam komponen polar ( eter, benzena,aseton,kholoform) Fungsinya : sebagai energi utama, energi cadangan , pelarut vitamin A,D,E,K,pelarun asam amino essensial ( hormon,enzim,vitamin) Menurut klasifikasi , lipida terbagi 2 Kompleks : asilgliserol,lilin,sfingolipida,fosfogliserida Sederhana : terpena,protasglandin,steroida Sifat kelarutan • Penyabunan Penyabunan (sponifikasi) reaksi antara triasilgliserol dengan basa Angka penyabunan Banyaknya mg KOH yang digunakan untuk penyabunan tiapgram lemak • Adisi Ikatan rangkap asam lemak idak jenuh yang menyebabkan asam lemak tersebut mengalami reaksi adisi,reduksi,oksidasi,isomerisasi dan menjadikan asam lemak lebih reaktif dari asam lemak jenuh Angka yod Banyaknya gram yod yang diadisi oleh 100 gram lemak • Ketengikan C: hidrolitik : hidrolisis lemak oleh enzim lipasse mikrobia dengan melepaskan asam lemak bebas C: oksidatif : oksidasi ikatan rangkap asam lemak oleh O2 yang menghaliskan peroksida Untuk menghambat ketengikan dapat digunakan senyawa antioksidan ( hidrokinon, lesitin,latekhol,asam askorbat,vitamin c dan vitamin e. Asam lemak : • Asam lemak jenuh ( tidak terdapat ikatan rangkap ) ex : as, butirat , as. Kapret , as.pelmirat • Asam lemak tidak jenuh ( terdapat ikatan rangkap ) ex : oleat, linoleat,linolenat Angka asam ( jumlah mg KOH yang digunakan untuk menetralkan asam lemk bebas yang ada tiap 1 gram lemak Pengujian Limpida • Uji kelarutan (untuk mengetahui adanya kelarutan pada lipida tiap pelarut) Pada eter  larut , karena merupakan senyawa nonpolar (yang dapat larut dengan minyak) Khloroform  larut Air  tidak larut, karena air merupakan senyawa polar Na2CO3  terjadi sponifikasi (penyabunan) apabila minyak direaksikan dengan basa maka akan ternyadi penyabunan . Empedu  terjadi emulsi (larutan empedu berfungsi sebagai pengelmusi lemak) • Uji ke tidakjenuh-an Angka yod (untuk mengetahui ketidak jenuhan pada asam lemak ) Pembahasan : khloroform berfungsi untuk melarutkan lemak C: P.habl mengandung yod dan sedikit HgCl Yod(dalam P.habl0) akan mengadisi ikatan rangkap pada asam lemak. HgCl2 sebagai katalisator reaksi Semakin banyak tetesan P.habl yang dibutuhkan maka senyawa asam lemak bersifat semakin jenuh • Uji akrolein Untuk mengetahui terjadinya dehidrasi terhadap gliserol Prinsip kerja : lemak hidrolisis asam lemk+gliseroldehidrasiakrolein (bau menyengat) • Uji angka asam Untuk mengetahui asam lemak bebas yang terdapat dalam asam lemak atau minyak Rumus angka asam : ml titrasi x 5,6 /gram sample = .... mg/gr Semakin banyak KOH yang dibutuhkan semakin banyak kandungan asam lemak bebas yang terlepas  semakin tinggi angka asam Semakin banyak asam lemak bebas lemak atau minyak semakin mudah mengalami rensiditas/ketengikan . • Uji noda lemak Untuk mengetahui adanya lemak .

No comments:

Post a Comment